Jumat, 31 Juli 2015

bukan alasan

BUKAN ALASAN

teertunduk malu palingkan wajah
tergusur sunyi berlumur sepi
bisikan kelam terusik lirih
berantai maaf perpanggul khilaf

ruhnya memucat,
menyeret beban tanpa bekas
jiwanya menyuram,
tertutup noda tiada terlihat

tangis bukan jawaban,
merintih bukan alasan,
gusar hanya berujung sesal,
tersungkur sujud puncak ilahi.

Senin, 27 Juli 2015

PUISI KU

PECUNDANG BUKAN PEMENANG

Gemuruh Langit Kian Menghujat,
bak siluman merayu murka.
para tawanan keindahan semakin menenang,
bak rimba terhiasi mawar.

deburan ombak hempaskan lautan,
bak pecundang rajai zaman
para pengharap berikhtiar wujudkan mimpi,
bak lasakar perjuangkan  tahta .

hancur bahkan melebur,
terseret gelombang masa
bising namun terdiam,
keindahannya kini menawan

hanya henbusan nafas pemenang yang terhelakan,
bukan teriakan para pecundang.


Rabu, 22 Juli 2015

puisi islami

 kata mampu bercerita

Angin masih saja tak terlihat,
tapi masih saja ia menyejukkan....
Rasa masih saja tak terdengar,
 tapi masih saja ia bernada...
Cinta_Nya selalu saja ditunjukan,
tapi masih belum saja ia tersadar...

Hingga kata tak menyadari
bahwa yang terjadi adalah yang terbaik untuk cerita....
Iya... memang tak terlihat juga tak terdengar,
tapi kata mampu bercerita.

PUISI KEHIDUPAN ISLAMI

Irama Kehidupan

ukiran langkah kehidupan kian melukiskan TAKDIR
nada sentuhan asa bahkan menciptakan IRAMA

Namun,,,
tetapsaja tak selembut KESABARAN,
tak semerdu KEIKHLASAN, dan
tak seindah KEJUJURAN.


hingga TAKDIR pun BERIMA...

PUISI PEMBANGUN JIWA (ISALMI)

Genggaman yang merapuh

Genggamannya kini merapuh
hingga terlepas dari genggapan kesetiaan
tiupannya kini beringas
melumpuhkan hingga terkapar

Hanya bisa melayu,
hanya bisa mengering, dan
terkubur tertelan masa.

apa genggamannya terlalu lemah?
apa tiupannya terlalu tangguh?
atau mungkin hanya ingin terlepas lalu menghilang?

akar-akar kesetiaan membuktikan mampu menangguhkan.