Rabu, 05 Agustus 2015

keangkuhan mimpi, kesombongan janji

Berawal dari seutas mimpi
hingga terucap pada seikat janji
yang mungkin kita tidak akan mengerti
apa yang akan terjadi nanti

mimpi yang kini  menjadi nyata
janji yang seakan saksi realita
mengurung rasa dalam jeruji logika

kita terlalu angkuh untuk munyelamatkan....
kita juga terlalu sombong untuk menyadarkan
apa kita lupa? bahwa kita yang terselamatkan,
apa kita sadar? bahwa kita yang tersadarkan.

semuanya hancur,
hancur,,, takterbenahi,,,
semuanya gundah,
gundah tak terbujuk,,,,

hanya rangkulan_Nya yang mampu menenangkan,dan
hanya kalimat_Nya yang bias mendamaikan.

#Edi _Noor AMR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar